Apa Motivasimu Daftar Jadi Pejabat Publik?
Apa Motivasimu Daftar Jadi Pejabat Publik?

coba kursinya diganti kursi plastik reyot, masa jenis tubuh perut gendut mereka tak akan betah


oleh: Hanajuwa

Ketika melihat deretan kursi pejabat yang terus terisi, pertanyaan itu menggema di kepala saya: apa sebenarnya motivasi mereka? Apakah hanya daftar nama dalam struktur kekuasaan, atau ada niat tulus untuk mengubah keadaan? Sementara itu, di luar gedung-gedung megah, masyarakat tetap berjuang dengan masalah lama—jalan rusak, air sulit, harga kebutuhan yang naik. Mereka merana, dan kita nyaris terbiasa melihatnya.

Saya merenung, mungkin sebagian pejabat memulai langkahnya dengan niat baik. Tapi niat yang lahir dari idealisme muda sering kali digerus rutinitas birokrasi dan tarik-menarik kepentingan. Rapat tanpa henti, tumpukan dokumen, angka-angka anggaran—semuanya mudah membuat siapa pun lupa wajah-wajah yang menanti kebijakan nyata. Mereka sibuk “mengurus ini-itu”, tetapi yang tampak bagi warga hanyalah kesibukan tanpa hasil.

Di sisi lain, saya juga sadar bahwa membangun perubahan memang tidak sederhana. Kebijakan publik bukanlah sapu sihir. Dibutuhkan waktu, kompromi, dan proses yang kadang melelahkan. Namun alasan itu tak bisa menjadi selimut untuk menutupi rasa abai. Sebab pengabdian sejati justru teruji ketika hambatan datang.

Opini ini bukan sekadar kritik, melainkan ajakan kontemplatif: apa arti jabatan bila rakyat tetap lapar dan putus asa? Bukankah kekuasaan seharusnya menjadi sarana melayani, bukan sekadar simbol prestise? Pejabat, siapa pun dia, mestinya terus memeriksa hatinya: masihkah berdenyut kepedulian yang sama seperti saat pertama kali berjanji di hadapan publik?

Pada akhirnya, jabatan akan berakhir, papan nama akan diganti. Yang tertinggal hanyalah jejak: apakah ia meninggalkan kebijakan yang menyejukkan atau hanya barisan tanda tangan di arsip negara. Pertanyaan itu seharusnya menjadi cermin, bukan hanya bagi mereka yang duduk di kursi kekuasaan, tetapi juga bagi kita yang memilih untuk tidak lupa menagih janji.

Penulis: Hanajuwa

Tanggal: 19 September 2025 23:40

Disetujui

Kolom Opini
MTs. Mamba’ul Ma’arif Banjarwati Paciran Lamongan Gelar ASSUFI 2026, Wadah Prestasi Seni dan Olahraga SD/MI se-Jawa Timur

Oleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 16 Feb 2026

MTs. MAMBA’UL MA’ARIF BANJARWATI PACIRAN LAMONGAN Ajang Spe...

Baca Selengkapnya

Menutup 2025, Menyongsong 2026

Oleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 01 Jan 2026

Pelantikan Pengurus PC. PERGUNU Lamongan Masa Khidmah 2025-2030 C...

Baca Selengkapnya

Libur Telah Usai: Menata Kesiapan Emosi sebagai Fondasi Belajar Bermakna

Oleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 30 Dec 2025

Masuk sekolah setelah libur panjang ibarat menyalakan mesin kendaraan yang lama ...

Baca Selengkapnya

Ketika Musa Bertemu Khidir di PBNU: Siapa Melubangi Perahu dan Siapa Menjaga Syariat?

Oleh: Muhammad Asrori | 30 Nov 2025

Kisah agung pertemuan Nabiyullah Musa a.s. dengan seorang hamba saleh yang dianu...

Baca Selengkapnya

Tentang Kami

Website ini merupakan portal resmi PC Pergunu Lamongan

Kontak Kami

Alamat: Jl. Kiyai Amin No. 9, Lamongan

Telepon: 0813-3033-8328

Email: admin@pergunulamongan.or.id


© 2026 PC. Pergunu Lamongan. All Rights Reserved.