OPINI, Saat Negara Hadir Hanya Membawa Tagihan
OPINI, Saat Negara Hadir Hanya Membawa Tagihan

oleh: Hanajuwa

Ketika pelaku UMKM mencoba meniti jalan legalitas, perjalanan sering terasa seperti maraton yang tak berujung. Mengurus PIRT untuk pangan rumahan saja bisa memakan waktu berbulan-bulan: antrean panjang, persyaratan berlapis, pelatihan wajib yang jadwalnya terbatas. Jika produk berkembang dan harus naik kelas ke BPOM, tantangannya kian berat—biaya uji laboratorium, dokumen teknis, hingga audit fasilitas yang sering kali jauh di atas kemampuan pelaku usaha kecil.

Ironisnya, di tahap paling sulit itu, negara seperti menghilang. Bantuan pendampingan minim, informasi simpang siur, bahkan petunjuk daring sering tidak terbarui. UMKM yang lahir dari dapur rumah atau garasi dipaksa menghadapi birokrasi setara korporasi besar. Banyak yang akhirnya menunda atau nekat jalan tanpa izin karena tak sanggup mengikuti prosedur.

Namun ketika usaha itu akhirnya menembus pasar, mendulang pelanggan, dan menunjukkan omzet, tiba-tiba negara hadir—bukan dengan dukungan, melainkan dengan surat pajak. Tagihan datang rapi, lengkap dengan tenggat dan ancaman denda. Seolah-olah negara hanya menunggu di tikungan kesuksesan untuk menagih, bukan mendampingi sejak awal.

Fenomena ini membuat banyak pelaku UMKM merasa “mbencekno”—menjengkelkan sekaligus mengundang tawa pahit. Mereka tidak menolak kewajiban pajak, tetapi berharap ada keadilan: proses izin yang ramah, pendampingan nyata, dan regulasi yang memahami keterbatasan modal serta sumber daya.

Jika UMKM disebut tulang punggung ekonomi, seharusnya negara menjadi rangka yang menopang, bukan beban yang menambah luka. Legalitas memang penting, tetapi hadir sejak awal—memberi bimbingan, bukan sekadar penagihan—jauh lebih berarti. Tanpa perubahan, semangat wirausaha akan terus terbentur dinding birokrasi, dan surat pajak akan tetap menjadi simbol ironi kehadiran negara yang hanya muncul saat pundi-pundi mulai terisi.

Penulis: Hanajuwa

Tanggal: 19 September 2025 23:46

Disetujui

Kolom Opini
𝘿𝙞𝙡𝙚𝙢𝙖 𝙇𝙪𝙡𝙪𝙨𝙖n 𝙎𝙈𝘼, 𝙎𝙈𝙆 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙈𝘼 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙣𝙟𝙪𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙣𝙙𝙞𝙙𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝘽𝙚𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖
𝘿𝙞𝙡𝙚𝙢𝙖 𝙇𝙪𝙡𝙪𝙨𝙖n 𝙎𝙈𝘼, 𝙎𝙈𝙆 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙈𝘼 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙣𝙟𝙪𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙣𝙙𝙞𝙙𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝘽𝙚𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖

Oleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 10 May 2026

Setiap tahun, ribuan lulusan SMA, SMK, dan MA memasuki fase baru dalam kehidup...

Baca Selengkapnya

Menjaga Tradisi, Membangun Generasi: MTs Al Muhtadi Lestarikan Basa Krama Lewat Kokurikuler
Menjaga Tradisi, Membangun Generasi: MTs Al Muhtadi Lestarikan Basa Krama Lewat Kokurikuler

Oleh: M. Yunus | 30 Apr 2026

Mentari pagi menyapa hangat halaman MTs Al Muhtadi Sendangagung pada Sabtu, 18 A...

Baca Selengkapnya

*Bapak Kapolres Lamongan memberikan apresiasi dalam acara wisuda baca kitab cepat metode Al Fatih Smp Islam Bustanul Hikmah*
*Bapak Kapolres Lamongan memberikan apresiasi dalam acara wisuda baca kitab cepat metode Al Fatih Smp Islam Bustanul Hikmah*

Oleh: M. Yunus | 29 Apr 2026

Pada Hari Selasa (28/05/2026), SMP Islam Bustanul Hikmah menggelar acara demonst...

Baca Selengkapnya

MTs. Mamba’ul Ma’arif Banjarwati Paciran Lamongan Gelar ASSUFI 2026, Wadah Prestasi Seni dan Olahraga SD/MI se-Jawa Timur

Oleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 16 Feb 2026

MTs. MAMBA’UL MA’ARIF BANJARWATI PACIRAN LAMONGAN Ajang Spe...

Baca Selengkapnya