Opini, Dunia Pendidikan Lebih Comedy dari Warkop DKI
Opini, Dunia Pendidikan Lebih Comedy dari Warkop DKI

oleh: Hanajuwa

Di sekolah, nama si anak berkali-kali dipanggil bendahara: SPP menunggak lagi. Sementara di depan gerbang, sang wali murid datang menjemput dengan langkah anggun, lehernya bertabur kalung emas sebesar tali tampar. Kilau logam kuning itu berayun-ayun seperti lampu sorot, seolah sengaja menyapa dompet orang lain.

Pemandangan ini mengundang tawa pahit. Guru-guru menghela napas, teman sekelas berbisik geli. Bagaimana mungkin biaya sekolah dianggap beban, padahal perhiasan yang menempel di leher bisa menebus tunggakan setahun penuh? Barangkali, dalam benak sang orang tua, kalung adalah tabungan paling aman—lebih “likuid” ketimbang rekening, lebih memesona daripada kuitansi SPP.

Fenomena ini sebenarnya potret kecil cara kita menata prioritas. Di banyak rumah tangga, gengsi sering lebih penting daripada kewajiban. Perhiasan menjadi simbol keberhasilan, walau di baliknya cicilan menjerit. Sementara pendidikan, yang mestinya jembatan masa depan anak, diperlakukan seperti tagihan sekunder, bisa ditunda selama belum ada ancaman nyata.

Namun kita pun patut bercermin. Masyarakat kerap menilai kesuksesan dari apa yang tampak: emas, kendaraan, gaya hidup. Tak heran bila orang tua lebih rela menahan bayar SPP ketimbang menanggalkan kilau yang memberi “harga diri” di mata tetangga. Sebuah paradoks yang lucu sekaligus menyedihkan.

Sekolah mungkin tak bisa melarang perhiasan, tapi bisa terus mengingatkan: investasi terbaik bukan di leher, melainkan di kepala anak. Sebab emas bisa luntur nilainya, sedangkan ilmu tak mengenal krisis. Semoga suatu hari sang wali murid sadar, bahwa membayar SPP tepat waktu jauh lebih berkilau ketimbang kalung sak tali tampar yang kini jadi bahan gosip satu kampung.

Dalam gurauan ini terselip doa: semoga anak-anak kita tumbuh dalam rumah yang lebih bijak menimbang kemewahan dan masa depan.

Penulis: Hanajuwa

Tanggal: 19 September 2025 23:57

Disetujui

Kolom Opini
𝘿𝙞𝙡𝙚𝙢𝙖 𝙇𝙪𝙡𝙪𝙨𝙖n 𝙎𝙈𝘼, 𝙎𝙈𝙆 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙈𝘼 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙣𝙟𝙪𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙣𝙙𝙞𝙙𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝘽𝙚𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖
𝘿𝙞𝙡𝙚𝙢𝙖 𝙇𝙪𝙡𝙪𝙨𝙖n 𝙎𝙈𝘼, 𝙎𝙈𝙆 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙈𝘼 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙣𝙟𝙪𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙣𝙙𝙞𝙙𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝘽𝙚𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖

Oleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 10 May 2026

Setiap tahun, ribuan lulusan SMA, SMK, dan MA memasuki fase baru dalam kehidup...

Baca Selengkapnya

Menjaga Tradisi, Membangun Generasi: MTs Al Muhtadi Lestarikan Basa Krama Lewat Kokurikuler
Menjaga Tradisi, Membangun Generasi: MTs Al Muhtadi Lestarikan Basa Krama Lewat Kokurikuler

Oleh: M. Yunus | 30 Apr 2026

Mentari pagi menyapa hangat halaman MTs Al Muhtadi Sendangagung pada Sabtu, 18 A...

Baca Selengkapnya

*Bapak Kapolres Lamongan memberikan apresiasi dalam acara wisuda baca kitab cepat metode Al Fatih Smp Islam Bustanul Hikmah*
*Bapak Kapolres Lamongan memberikan apresiasi dalam acara wisuda baca kitab cepat metode Al Fatih Smp Islam Bustanul Hikmah*

Oleh: M. Yunus | 29 Apr 2026

Pada Hari Selasa (28/05/2026), SMP Islam Bustanul Hikmah menggelar acara demonst...

Baca Selengkapnya

MTs. Mamba’ul Ma’arif Banjarwati Paciran Lamongan Gelar ASSUFI 2026, Wadah Prestasi Seni dan Olahraga SD/MI se-Jawa Timur

Oleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 16 Feb 2026

MTs. MAMBA’UL MA’ARIF BANJARWATI PACIRAN LAMONGAN Ajang Spe...

Baca Selengkapnya