png
Pendampingan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Deep Learning dan KBC
Kembangbahu, Lamongan – Suasana pagi terasa berbeda di lingkungan MA Unggulan Bustanul Hikmah, sebuah madrasah yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Bustanul Hikmah Dumpi Dumpi agung Kembangbahu. Biasanya, aula madrasah digunakan untuk kegiatan belajar siswa atau acara rutin sekolah. Namun kali ini, ruangan tersebut dipenuhi oleh wajah-wajah antusias para guru sertifikasi dan inpassing dari KKM 6, yang mencakup Kecamatan Kembangbahu, Mantup, Sambeng, hingga Kedungpring. Mereka berkumpul bukan untuk sekadar rapat biasa, melainkan mengikuti kegiatan penting: Pendampingan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Deep Learning dan KBC.
Pendampingan ini dipandu langsung oleh Bapak Drs. Machfud Rodhi, M.Pd., salah satu Pengawas Kementerian Agama yang sudah berpengalaman dalam membina para guru. Dengan gaya penyampaian yang hangat namun penuh makna, beliau mengajak para peserta untuk melihat perangkat pembelajaran dari sudut pandang yang berbeda. Tidak lagi dianggap sekadar berkas yang harus dikumpulkan, melainkan sebuah panduan nyata yang bisa menjadi kompas dalam mengarahkan proses belajar mengajar.
“Perangkat pembelajaran harus kita pahami sebagai peta jalan. Jika peta itu jelas dan terarah, maka kita tahu ke mana harus melangkah dan bagaimana membawa siswa sampai ke tujuan. Tanpa peta, kita bisa saja tersesat di tengah jalan,” ujarnya, memberi gambaran sederhana yang langsung menyentuh pemahaman peserta.
Beliau juga menekankan pentingnya Deep Learning, sebuah pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam. Dengan metode ini, guru tidak hanya menuntut siswa menghafal, tetapi mengajak mereka untuk berpikir kritis, kreatif, serta mampu memecahkan masalah nyata yang ada di sekitar mereka. Sementara itu, pendekatan KBC (Knowledge-Based Curriculum) dipaparkan sebagai landasan kurikulum yang berfokus pada penguatan pengetahuan, sehingga apa yang dipelajari siswa selalu relevan dengan kebutuhan zaman.
Suasana aula terasa hidup. Para guru tampak serius menunduk di atas lembaran kertas, menyusun perangkat pembelajaran mereka masing-masing. Sesekali terdengar percakapan hangat antar peserta, saling bertukar ide dan memberikan masukan. Dari wajah-wajah mereka terlihat semangat baru, seakan-akan beban administratif yang biasanya terasa berat kini berubah menjadi kesempatan untuk berkreasi.
Salah seorang peserta dengan penuh semangat mengatakan, “Selama ini kami membuat perangkat hanya untuk memenuhi kewajiban. Tapi setelah pendampingan ini, kami jadi paham bahwa perangkat bisa benar-benar membantu kami dalam mengajar, bahkan membuat kelas lebih menyenangkan.”
Tak ketinggalan, M. Hadi Ishari, anggota PERGUNU sekaligus guru sertifikasi di MA Al Khoiriyyah mantup, juga menyampaikan pandangannya terkait kegiatan ini. Ia mengatakan, “Kemarin pelatihannya, sekarang pembuktian hasil pelatihan kemarin yang diselenggarakan oleh PC PERGUNU bekerjasama dengan PAC PERGUNU dan MWC LP Ma’arif Mantup. Kemarin PC PERGUNU yang melatih, Kemenag yang menindaklanjuti hasilnya. Kolaborasi yang luar biasa, yang menjadikan guru hebat, bermartabat, dan insyaAllah barokah selamanya.” Ucapan ini menegaskan bahwa sinergi antar-lembaga pendidikan dan organisasi profesi guru mampu menghasilkan langkah nyata yang bermanfaat bagi peningkatan mutu pendidikan.
Sebagai tuan rumah, MA Unggulan Bustanul Hikmah memberikan suasana yang mendukung penuh keberlangsungan acara. Madrasah yang dikenal sebagai lembaga pendidikan progresif ini memang selalu terbuka terhadap upaya peningkatan kualitas guru dan siswa. Dengan perpaduan tradisi pesantren yang kuat dan visi pendidikan modern, Bustanul Hikmah seakan menjadi tempat yang tepat untuk menyemai semangat pembaruan dalam dunia pendidikan.
Kegiatan yang berlangsung satu hari penuh itu bukan hanya meninggalkan setumpuk catatan dan perangkat yang sudah disusun, tetapi juga membawa pulang semangat baru bagi para guru. Semangat untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, lebih menyenangkan, dan lebih dekat dengan kehidupan nyata siswa.
Harapan besar pun tumbuh dari kegiatan ini: agar guru-guru di wilayah KKM 6 semakin siap menghadapi tantangan zaman. Dengan perangkat pembelajaran berbasis deep learning dan KBC, para pendidik diharapkan tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik, membimbing, serta menginspirasi generasi muda. Sehingga kelas bukan lagi ruang yang kaku, melainkan tempat di mana ilmu pengetahuan dan pengalaman hidup bisa berpadu, membentuk pribadi yang unggul dan berkarakter.
Penulis: M. Yunus
Tanggal: 30 September 2025 08:59
Disetujui