info. pergunulamongan
Lamongan — Transformasi pendidikan di era digital menuntut guru tidak hanya mampu menguasai substansi pembelajaran, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi. Menjawab tantangan tersebut, Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC PERGUNU) Lamongan bekerja sama dengan Laboratorium Sistem Cerdas, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menyelenggarakan Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Artificial Intelligence (AI) bagi Guru NU Lamongan. Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat tersebut berlangsung di SMA Mazra'atul Ulum Paciran, salah satu lembaga pendidikan di bawah naungan Nahdlatul Ulama yang memiliki kiprah dan reputasi pendidikan kuat di Jawa Timur.
Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB dengan pembukaan dan sambutan dari tuan rumah yang disampaikan oleh KH. Abdul Ghoni Manan, selaku Ketua BP3MNU Mazra'atul Ulum. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan selamat datang kepada jajaran UGM dan PC PERGUNU Lamongan sekaligus memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan tradisi pendidikan pesantren dan NU dengan perkembangan teknologi mutakhir. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua PC PERGUNU Lamongan, Dr. Muhammad Asrori, M.Pd.I. Selain menyampaikan pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi transformasi pendidikan, beliau juga memaparkan sejumlah progres program PC PERGUNU Lamongan sebagai bagian dari ikhtiar membangun ekosistem guru NU yang profesional, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah.
Dari UGM, hadir sejumlah dosen dan mahasiswa yang turut mendampingi seluruh rangkaian kegiatan. Paparan utama disampaikan oleh Kepala Laboratorium Sistem Cerdas FMIPA UGM, Prof. Dra. Sri Hartati, M.Sc., Ph.D. Beliau memperkenalkan peran dan pengembangan Laboratorium Sistem Cerdas sekaligus memberikan pengantar mengenai konsep dasar Artificial Intelligence. Materi tidak berhenti pada pemahaman teoritis, tetapi diarahkan pada bagaimana teknologi kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan secara tepat, kritis, dan produktif dalam dunia pendidikan.
Sebelum memasuki sesi pelatihan, kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin oleh Ketua PAC PERGUNU Paciran, Hidayatullah, M.Hum. Suasana pelatihan kemudian berkembang secara interaktif. Para guru peserta tidak hanya menyimak paparan dari para dosen UGM, tetapi juga secara langsung mempraktikkan berbagai pemanfaatan AI untuk mendukung proses pembelajaran. Dari penyusunan bahan ajar, pengembangan ide pembelajaran, hingga pemanfaatan teknologi sebagai alat bantu kerja guru, peserta memperoleh pengalaman baru yang memperlihatkan bahwa AI dapat menjadi partner intelektual bagi guru—bukan pengganti peran guru.
peserta langsung praktik
Antusiasme peserta menunjukkan bahwa transformasi digital dalam pendidikan sesungguhnya bukan semata persoalan teknologi, melainkan persoalan kesiapan manusia yang menggunakannya. Guru tetap menjadi pusat keteladanan, pembentuk karakter, sekaligus penjaga nilai dalam pendidikan. Teknologi hanyalah alat; arah dan nilai penggunaannya tetap berada di tangan guru. Karena itu, penguatan literasi digital dan kecerdasan buatan bagi Guru NU menjadi bagian penting dari ikhtiar menghadirkan pendidikan yang responsif terhadap zaman tanpa kehilangan akar tradisi dan adab.
Kegiatan ditutup dengan pemberian cinderamata kepada peserta yang berhasil menyelesaikan praktik sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kesungguhan selama pelatihan. Kolaborasi antara Laboratorium Sistem Cerdas FMIPA UGM dan PC PERGUNU Lamongan ini menjadi ruang temu yang strategis antara keilmuan, teknologi, dan khidmah pendidikan. Dari ruang pelatihan di Paciran, tumbuh sebuah ikhtiar bahwa guru NU harus terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi—sebab menjaga masa depan pendidikan berarti menyiapkan guru agar mampu membaca perubahan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.
Penulis: SUKARDI, S.Pd. M.Pd.
Tanggal: 06 October 2026 12:22
Disetujui