Rerasan: Hijrahku

RERASAN: HIJRAHKU
Oleh: Muslimin,S.Pd.,M.MPd.
SMP Tashwirul Afkar Sarirejo

Hijrahku adalah semai benih-benih kesadaran etik. Menuju apik tanpa berisik. Meski tidak meruah, cukup melenterai diri sendiri dan keluarga. Menjadi suami yang lebih peduli. Menjadi imam dalam keluarga berupaya amanah. Menjadi bapak anak-anak yang semakin bijak. Menjadi kakek cucu-cucu berusaha panutan. Dalam sunyi mengurai diri: dari banal menuju kanal kebaikan. Dari belam menuju salam kebajikan. Dari serapah menuju halus tutur kata.

Rasanya resolusi ini juga terpahat tekad tahun yang lalu. Entahlah, amsal secangkir kopi ketika hujan deras malam. Segera dingin pahit membenam langkah. Dalam tekad berlipat, dalam tindak tak beranjak. Hanya sekadar meriah seremoni. Takluk pada jerat hati mengendali nafsu ragawi. Berbilang tahun dalam getun penyesalan.

Tak ada kata terlambat. Senyampang masih diberi nafas, menata hidup harus laras. Liris tak hanyut samudera paksa, kesadaran bertahap momentanya. Misal dalam hal sholat, menegakkan tiang agama tidak boleh melalaikan. Sebab ia panggilan Tuhan, bentuk tunduk kesyukuran. Sesungguhnya sholat bukan untukNya, tetapi transendental kebutuhan diri. Akhirnya segala akibat penahanan kemungkaran dari sholat, merambat halus ke jiwa raga pribadi. Memantul dalam pekerti berbudi. Wajah teduh, hati dan rasa semakin patuh.

Hijrahku kini tak mengabai hal-hal yang dianggap kecil. Senyum tulus umpamanya. Senyum adalah sedekah. Betapa selama ini kehadiran wajahku tak mengindahkan. Cemberut bersungut awal sengkarut. Padahal dalam pertemuan berbalut senyum, segala aum tersingkir. Berganti menjadi simpati-empati bertabur pandum. Menjalani hari-hari dengan sumringah berbunga.

Salam dan sapa tebar kebenaran dan kesabaran. Lantas tak saling mencela perkara lumrah. Tak saling mencibir hal tak utama. Dalam setiap bicara perlu didengar dengan saksama. Dalam setiap tingkah harus ditelaah. Dalam setiap kajian butuh pendalaman. Memeram diri mematangkan akal dan rasa. Mudah sekali mohon maaf, sebab kapasitas sangat terbatas. Meski suatu keahlian sangat mumpuni, tetap rendah hati. Segala milik adalah titipanNya. Suatu ketika bertanggungjawab dalam kelolanya.

Hijrahku sederhana, sebab diriku sebatas bisa berlaku sahaja. Meski demikian, sesungguhnya setiap perubahan terjadi tak lepas dari peran tersembunyi. Doa kedua orang tua. Doa-doa tetangga, keluarga, para sahabat, orang-orang yang sering dianggap bawah, adalah pemantik yang tak terasa. Lebih didengar Tuhan daripada aku yang riya. Mereka lebih utama daripada aku yang masih terbata. Terima kasih doa-doa itu, mohon maaf segala salah ucap dan tindakku. Semoga Tuhan selalu merahmati kita.

Lamongan, 28 Juni 2025

Penulis: Muslimin

Tanggal: 11 September 2025 04:31

Disetujui

Kolom Opini
MTs. Mamba’ul Ma’arif Banjarwati Paciran Lamongan Gelar ASSUFI 2026, Wadah Prestasi Seni dan Olahraga SD/MI se-Jawa Timur

Oleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 16 Feb 2026

MTs. MAMBA’UL MA’ARIF BANJARWATI PACIRAN LAMONGAN Ajang Spe...

Baca Selengkapnya

Menutup 2025, Menyongsong 2026

Oleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 01 Jan 2026

Pelantikan Pengurus PC. PERGUNU Lamongan Masa Khidmah 2025-2030 C...

Baca Selengkapnya

Libur Telah Usai: Menata Kesiapan Emosi sebagai Fondasi Belajar Bermakna

Oleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 30 Dec 2025

Masuk sekolah setelah libur panjang ibarat menyalakan mesin kendaraan yang lama ...

Baca Selengkapnya

Ketika Musa Bertemu Khidir di PBNU: Siapa Melubangi Perahu dan Siapa Menjaga Syariat?

Oleh: Muhammad Asrori | 30 Nov 2025

Kisah agung pertemuan Nabiyullah Musa a.s. dengan seorang hamba saleh yang dianu...

Baca Selengkapnya

Tentang Kami

Website ini merupakan portal resmi PC Pergunu Lamongan

Kontak Kami

Alamat: Jl. Kiyai Amin No. 9, Lamongan

Telepon: 0813-3033-8328

Email: admin@pergunulamongan.or.id


© 2026 PC. Pergunu Lamongan. All Rights Reserved.