LAMONGAN, PERGUNU-LAMONGAN. CO.ID:
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MI Al-Hidayah Tinaro Dukuhagung, Tikung Lamongan, Kamis (11/9), berlangsung meriah sekaligus sarat pesan ekoteologi. Ratusan siswa dari PAUD, TK Bina Putra, serta MI Al-Hidayah bersama guru dan wali murid tumpah ruah mengikuti kirab dengan busana islami berwarna-warni. Sepanjang jalan, mereka melantunkan shalawat diiringi rebana Banjari Al-Hidayah sambil membawa simbol kepedulian lingkungan dan tauhid.
Ketua panitia, M. Mas’ud, menyebut peserta mencapai 177 orang. “Ini ruang kebersamaan, sekaligus cara kami memperkenalkan makna kelahiran Nabi dengan sentuhan kepedulian pada alam,” ujarnya.
Pesan Religius dan Ekologis
Acara dilanjutkan dengan pembacaan Maulid dan Mahallul Qiyam di halaman madrasah. Kepala MI, KH. Munawar Sholeh, menegaskan bahwa peringatan Maulid tidak cukup hanya mengenang sejarah. “Rasulullah mengajarkan kasih sayang tidak hanya kepada manusia, tapi juga kepada alam sekitar. Itulah ekoteologi Islam,” jelasnya.
Pesan itu diwujudkan anak-anak yang membawa miniatur pohon dan bunga kertas, simbol pentingnya merawat bumi. Kreativitas tersebut menjadi daya tarik tersendiri dan disambut meriah warga desa.
Grebeg Maulid Bernuansa Ekoteologi
Puncak acara diwarnai Grebeg Maulid dengan gunungan hasil bumi, buah, kudapan tradisional, hingga jalanan ciki-ciki. Gunungan ini bukan sekadar hiasan, tetapi simbol kesuburan, keberkahan, kegembiraan, sekaligus semangat berbagi.
Setelah diarak keliling desa, gunungan dibagikan bahkan diperebutkan warga. “Anak-anak pulang dengan wajah gembira, kami yakin ada berkah di dalamnya,” ungkap Jaelani, wali murid yang juga pengurus Madrasah.
Sinergi Sekolah dan Keluarga
Partisipasi wali murid semakin menghidupkan acara. Mereka ikut berjalan sambil membawa makanan untuk dibagikan. Panitia juga menggelar sesi tukar kado, menanamkan nilai ukhuwah dan kebersamaan.
Tradisi yang Kontekstual
KH. Munawar Sholeh menutup dengan doa agar tradisi Maulid terus berlanjut dengan sentuhan ekoteologi. “Semoga anak-anak tumbuh menjadi generasi terbaik, berakhlak mulia, dan peduli lingkungan,” ucapnya.
Bagi masyarakat, Maulid Nabi di MI Al-Hidayah Tinaro bukan sekadar ritual tahunan, melainkan syiar kontekstual: dakwah cinta Rasulullah yang diwujudkan dalam kesadaran menjaga hubungan harmonis manusia, Tuhan, dan alam (ea).
Wartawan: Mahfud Aly | Editor: Zam
Penulis: Mahfud Aly Hanajuwa
Tanggal: 11 September 2025 05:08
Oleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 16 Feb 2026
MTs. MAMBA’UL MA’ARIF BANJARWATI PACIRAN LAMONGAN Ajang Spe...
Baca SelengkapnyaOleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 01 Jan 2026
Pelantikan Pengurus PC. PERGUNU Lamongan Masa Khidmah 2025-2030 C...
Baca SelengkapnyaOleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 30 Dec 2025
Masuk sekolah setelah libur panjang ibarat menyalakan mesin kendaraan yang lama ...
Baca SelengkapnyaOleh: Muhammad Asrori | 30 Nov 2025
Kisah agung pertemuan Nabiyullah Musa a.s. dengan seorang hamba saleh yang dianu...
Baca Selengkapnya