Pendidikan, pada dasarnya, bukan garis lurus yang selalu rapi. Ia lebih menyerupai perjalanan panjang yang berliku—kadang melambat, kadang tersendat, bahkan sesekali jatuh. Di dalamnya ada salah, ragu, dan upaya yang harus diulang berkali-kali sebelum seseorang akhirnya berdiri dengan keyakinan. Justru di titik-titik itulah pendidikan benar-benar bekerja: menempa, bukan sekadar menguji.
Kesadaran inilah yang terus dirawat di MTs Maslakul Huda. Bahwa setiap langkah belajar, sekecil apa pun, layak diberi ruang dan apresiasi. Termasuk ketika anak-anak memilih untuk menguji dirinya melalui kompetisi. Bukan semata perkara menang atau kalah, melainkan keberanian untuk tampil, mencoba, dan belajar dari pengalaman. Yang dirayakan bukan hanya hasil akhir, tetapi proses panjang yang mengiringinya.
Semangat tersebut menemukan wujud nyatanya dalam sebuah agenda tahunan bernama BESTIE. BESTIE (Abroad Language Competitions) bukan sekadar lomba, melainkan ruang belajar bersama—tempat anak-anak belajar mengenali dirinya sendiri. Kegiatan ini telah berjalan konsisten selama lima tahun berturut-turut. Tahun ini, BESTIE kembali digelar sebagai bagian dari rangkaian Haul ke-16 almaghfurlah KH. Nur Salim, sosok yang jejak pengabdiannya terus hidup dalam denyut pendidikan di Maslakul Huda.
Sejak awal, BESTIE memegang satu prinsip sederhana namun bermakna: One Event, Many Competitions. Karena setiap anak punya cara berbeda untuk tumbuh. Maka, BESTIE 2026 menghadirkan beragam cabang lomba—mulai dari Speech, Olimpiade Bahasa Inggris, Khitobah, Olimpiade Bahasa Arab, Pidato, Olimpiade Matematika, Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Juz 30, hingga Kaligrafi. Ragam ini sengaja dibuka agar tak ada kecerdasan yang dipaksa seragam, dan tak ada potensi yang merasa asing di rumahnya sendiri.
Di MTs Maslakul Huda, motto Learning Today, Leading Tomorrow bukan sekadar slogan yang dipajang di dinding. Belajar hari ini dipahami sebagai ikhtiar menyiapkan keberanian untuk mengambil peran di masa depan. BESTIE menjadi salah satu ikhtiar itu—sederhana, namun bermakna.
Menariknya, BESTIE juga tidak dikemas dalam suasana yang kaku dan menegangkan. Di sela-sela kompetisi, hadir stand bazar, penampilan Pagar Nusa, hingga drama yang membuat acara terasa lebih cair dan manusiawi. Sekali lagi, kompetisi ini bukan tentang siapa yang paling unggul, melainkan siapa yang berani melangkah dan menikmati proses belajar. Seperti disampaikan Kepala MTs Maslakul Huda, Ustad Hidayatullah, M.Hum., “Challenge Yourself, But Enjoy Learning.”
Di penghujung acara, apresiasi disampaikan kepada seluruh peserta yang telah berani mencoba dan terlibat dalam BESTIE 2026. Apa pun hasilnya, setiap proses tetap layak dirayakan—bahkan sejak masih berupa niat dan pikiran. Dan dengan keyakinan itu pula, MTs Maslakul Huda berharap BESTIE akan terus menjadi ruang perjumpaan tahunan: tempat belajar, mencoba, dan tumbuh—lagi, dan lagi.
Pewarta: Sukardi Pergunu
Tanggal: 11 February 2026 01:31 | Views: 179
Oleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 16 Feb 2026
MTs. MAMBA’UL MA’ARIF BANJARWATI PACIRAN LAMONGAN Ajang Spe...
Baca SelengkapnyaOleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 01 Jan 2026
Pelantikan Pengurus PC. PERGUNU Lamongan Masa Khidmah 2025-2030 C...
Baca SelengkapnyaOleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 30 Dec 2025
Masuk sekolah setelah libur panjang ibarat menyalakan mesin kendaraan yang lama ...
Baca SelengkapnyaOleh: Muhammad Asrori | 30 Nov 2025
Kisah agung pertemuan Nabiyullah Musa a.s. dengan seorang hamba saleh yang dianu...
Baca Selengkapnya