Pergunu Lamongan dan Unisla Jalankan Kelas Khusus Magister PAI: Merawat Mutu Guru, Membuka Jalan Pendidikan Berkualitas
Pergunu Lamongan dan Unisla Jalankan Kelas Khusus Magister PAI: Merawat Mutu Guru, Membuka Jalan Pendidikan Berkualitas

LAMONGAN — Pendidikan tidak boleh berhenti di ruang kelas. Ia harus terus bertumbuh, menembus batas ruang dan waktu, serta membuka jalan bagi para guru untuk meningkatkan kapasitas dirinya. Sebab, di pundak guru, masa depan pendidikan tidak sekadar dititipkan, tetapi juga dipertaruhkan.

Semangat itulah yang menandai running program Kelas Khusus Magister Pendidikan Agama Islam (PAI), hasil kolaborasi Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC Pergunu) Lamongan dengan Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Lamongan (Unisla).

Program ini bukan sekadar ikhtiar menambah gelar akademik. Lebih dari itu, kelas khusus tersebut menjadi bagian dari gerakan peningkatan mutu guru, sekaligus upaya membuka akses pendidikan magister yang berkualitas dengan pembiayaan yang lebih terjangkau dan kompetitif.

Peserta kelas khusus ini berasal dari kalangan aktivis Pergunu, baik dari Lamongan maupun luar daerah. Sejumlah peserta datang dari Gresik dan Tuban. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa semangat meningkatkan kualifikasi akademik tidak mengenal batas administratif kabupaten. Ada kebutuhan yang sama, kegelisahan yang serupa, dan cita-cita yang bertemu: menjadi pendidik yang lebih kompeten di tengah tantangan zaman yang terus berubah.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Agama Islam Unisla menyampaikan harapan agar kerja sama antara Pergunu dan Unisla dapat berjalan secara simultan, berkelanjutan, dan saling menguntungkan. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyelenggaraan kelas khusus, tetapi berkembang menjadi kemitraan strategis yang memberikan manfaat nyata bagi kedua lembaga, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan Islam.

Harapan itu menemukan relevansinya di tengah tuntutan terhadap profesi guru yang semakin kompleks. Guru hari ini tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran dan menjalankan rutinitas pembelajaran. Mereka dituntut memiliki kedalaman pengetahuan, ketajaman berpikir, kemampuan beradaptasi, serta kecakapan membaca perubahan sosial dan perkembangan ilmu pengetahuan. Karena itu, pendidikan lanjutan menjadi salah satu jalan penting untuk memperkuat profesionalitas guru.

Ketua PC Pergunu Lamongan, Dr. Muhammad Asrori, menegaskan bahwa penyelenggaraan Kelas Khusus Magister PAI merupakan bagian dari komitmen Pergunu dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus dibarengi dengan upaya memperluas kesempatan guru untuk mengakses pendidikan tinggi yang bermutu, tanpa dibebani pembiayaan yang tidak terjangkau.

Bagi Pergunu Lamongan, peningkatan kualitas guru bukan sekadar urusan administratif untuk memenuhi kualifikasi akademik. Ia merupakan investasi intelektual bagi masa depan pendidikan. Guru yang terus belajar diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih reflektif, kritis, relevan, dan bermakna bagi peserta didik.

“Melalui kelas khusus ini, kami ingin memberikan kesempatan yang lebih luas kepada para guru untuk meningkatkan kapasitas akademik dan profesionalnya. Pendidikan berkualitas harus bisa diakses dengan pembiayaan yang bersaing, sehingga guru tidak kehilangan kesempatan untuk terus berkembang,” demikian garis besar komitmen yang disampaikan Asrori.

Komitmen Pergunu Lamongan tidak berhenti pada urusan penerimaan mahasiswa. Organisasi profesi guru tersebut juga menyatakan kesiapannya mendampingi mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir. Pendampingan akan melibatkan para doktor dan tenaga ahli (expert) dari lingkungan PC Pergunu Lamongan, sehingga mahasiswa memperoleh dukungan akademik dalam menjalani proses penelitian hingga penyelesaian studi.

Langkah ini penting. Sebab, perjalanan pendidikan magister bukan hanya tentang memasuki ruang kuliah, mengumpulkan tugas, dan mengikuti ujian. Ada proses panjang yang harus dilalui: merumuskan masalah penelitian, membaca literatur, membangun argumentasi ilmiah, mengolah data, hingga mempertanggungjawabkan temuan secara akademik. Pada tahap inilah pendampingan yang tepat dapat menjadi penopang bagi mahasiswa untuk menyelesaikan studi dengan baik sekaligus menghasilkan karya ilmiah yang bermutu.

Pergunu Lamongan hendak memastikan bahwa mahasiswa tidak berjalan sendirian. Organisasi tidak hanya hadir di depan sebagai pembuka akses, tetapi juga berupaya berjalan di samping mahasiswa ketika proses akademik menuntut kesungguhan, ketekunan, dan daya tahan intelektual.

Sebagai bentuk dukungan konkret, PC Pergunu Lamongan juga menyediakan subsidi sebesar Rp1 juta untuk setiap peserta kelas khusus. Dukungan ini menjadi bagian dari ikhtiar meringankan beban pembiayaan pendidikan sekaligus memperluas kesempatan bagi para guru dan aktivis pendidikan untuk melanjutkan studi.

Subsidi tersebut memiliki makna lebih dari sekadar bantuan finansial. Di tengah berbagai kebutuhan rumah tangga dan tanggung jawab profesional yang harus dipenuhi guru, dukungan pembiayaan dapat menjadi salah satu faktor yang menentukan keberanian seseorang untuk melanjutkan pendidikan. Karena itu, upaya memperluas akses pendidikan perlu diwujudkan melalui kebijakan yang nyata, bukan berhenti sebagai slogan.

Kolaborasi Pergunu Lamongan dan Unisla ini sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi antara organisasi profesi dan perguruan tinggi. Perguruan tinggi memiliki kapasitas akademik, sistem pembelajaran, dan otoritas keilmuan. Sementara itu, organisasi profesi memiliki jaringan, kedekatan dengan kebutuhan guru, serta kemampuan menggerakkan anggotanya. Ketika keduanya bertemu dalam visi yang sama, pendidikan dapat bergerak lebih dekat dengan persoalan nyata yang dihadapi para pendidik.

Tentu, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah mahasiswa yang mengikuti perkuliahan atau gelar yang kelak disandang. Ukuran yang lebih substantif terletak pada perubahan kapasitas akademik, peningkatan profesionalitas, kualitas penelitian, dan kontribusi para lulusan bagi lembaga pendidikan serta masyarakat.

Pada akhirnya, kelas khusus ini membawa pesan sederhana, tetapi mendasar: guru yang mengajar generasi masa depan juga harus terus mendidik dirinya sendiri. Gelar magister bukan garis finis, melainkan pintu menuju tanggung jawab keilmuan yang lebih besar.

Bagi PC Pergunu Lamongan dan Unisla, kerja sama ini menjadi langkah untuk merawat harapan tersebut. Harapan bahwa semakin banyak guru memperoleh kesempatan belajar, semakin kuat tradisi keilmuan tumbuh di lingkungan pendidikan Islam, dan semakin besar pula peluang menghadirkan pendidikan yang bermutu bagi masyarakat.

Sebab, pendidikan yang baik tidak lahir hanya dari gedung yang megah atau kurikulum yang tertata. Ia tumbuh dari guru-guru yang terus belajar, lembaga yang bersedia bekerja sama, dan organisasi yang memahami bahwa memperjuangkan kesejahteraan masa depan bangsa dapat dimulai dengan membuka jalan bagi para pendidiknya untuk terus bertumbuh.

Pergunu Lamongan dan Unisla sedang merintis jalan itu: menghubungkan semangat pengabdian guru dengan kesempatan akademik, agar peningkatan mutu pendidikan tidak hanya menjadi cita-cita, tetapi berangsur menjelma menjadi kenyataan.

Tanggal: 19 October 2026 15:43 | Views: 38

Berita Resmi

Kolom Opini
Perkuat Mutu Pendidikan dan Capaian TKA, PC Pergunu Lamongan Silaturahmi dengan Bupati, Bahas Pengembangan Kompetensi Guru

Oleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 09 Oct 2026

Bapak Bupati Photo Bersama Pengurus Pergunu Lamongan LAMONGAN...

Baca Selengkapnya

Guru NU Lamongan Menyongsong Transformasi Pendidikan melalui Pelatihan AI Bersama UGM

Oleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 06 Oct 2026

info. pergunulamongan Lamongan — Transformasi pendidikan di era d...

Baca Selengkapnya

𝘿𝙞𝙡𝙚𝙢𝙖 𝙇𝙪𝙡𝙪𝙨𝙖n 𝙎𝙈𝘼, 𝙎𝙈𝙆 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙈𝘼 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙣𝙟𝙪𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙣𝙙𝙞𝙙𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝘽𝙚𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖
𝘿𝙞𝙡𝙚𝙢𝙖 𝙇𝙪𝙡𝙪𝙨𝙖n 𝙎𝙈𝘼, 𝙎𝙈𝙆 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙈𝘼 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙣𝙟𝙪𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙣𝙙𝙞𝙙𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝘽𝙚𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖

Oleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 10 May 2026

Setiap tahun, ribuan lulusan SMA, SMK, dan MA memasuki fase baru dalam kehidup...

Baca Selengkapnya

Menjaga Tradisi, Membangun Generasi: MTs Al Muhtadi Lestarikan Basa Krama Lewat Kokurikuler
Menjaga Tradisi, Membangun Generasi: MTs Al Muhtadi Lestarikan Basa Krama Lewat Kokurikuler

Oleh: M. Yunus | 30 Apr 2026

Mentari pagi menyapa hangat halaman MTs Al Muhtadi Sendangagung pada Sabtu, 18 A...

Baca Selengkapnya