LAMONGAN – Pimpinan Cabang Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU Kabupaten Lamongan menggelar Seminar Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka Kick Off 1 Abad Tahun Masehi PCNU Lamongan sekaligus menyambut Hari Santri Nasional 2025. Kegiatan berlangsung pada Jumat, 19 September 2025 di Pondok Pesantren Matholiul Anwar Lamongan.
Acara ini diikuti dengan antusias oleh peserta yang merupakan delegasi dari PC Pergunu Lamongan dan PC LP Ma’arif NU Lamongan. Dominasi kehadiran tampak dari anggota dan pengurus Pergunu dengan keterwakilan penuh dari 15 PAC Pergunu se-Kabupaten Lamongan.

Pendidikan Sebagai Penggerak Kebudayaan
Dalam forum ini, KH. Jadul Maula tampil sebagai pemateri utama. Ia menegaskan bahwa pendidikan dan kebudayaan memiliki hubungan yang tak terpisahkan.“Dalam kebudayaan adiluhung Nusantara, pendidikan menjadi tonggak perubahan. Bukan uang apalagi kekuasaan,” ujarnya.
Menurut Jadul, paradigma yang menjadikan uang dan kekuasaan sebagai sumber perubahan baru muncul sejak kolonialisme masuk Nusantara. “Sejak saat itu masyarakat diarahkan menjadi materialistik dan positivistik. Begitu pun pendidikan. Dampaknya kita rasakan hingga sekarang, bangsa menjadi demikian rusak,” tambahnya.
Pergunu Solid dan Kompak
Kehadiran penuh Pergunu mendapat apresiasi tersendiri. Sukardi, M.MPd., sekretaris PC Pergunu Lamongan, menyampaikan rasa kagum atas kekompakan anggotanya. “Saya kagum dengan khidmah sahabat-sahabat Pergunu. Bahkan ada perempuan yang datang jauh-jauh naik sepeda demi mengikuti kegiatan ini. Semoga kekompakan ini terjaga selalu,” ungkapnya.

Strategi Budaya di Tengah Arus Besar Pendidikan
Sementara itu, Ketua PC Pergunu Lamongan, Dr. Muhammad Asrori, menekankan pentingnya merumuskan strategi budaya di tengah tantangan besar dunia pendidikan. “Arus besar yang dihadapi pendidikan hari ini luar biasa. Bahkan untuk karya tulis ilmiah tentang agama, kita diharuskan mensitasi pemikiran Barat. Padahal, santri memiliki banyak tokoh yang lebih relevan. Karena itu, perlu strategi budaya yang besar dan dirumuskan bersama di lingkungan kaum Nahdliyyin,” tegasnya.
Dr. Asrori juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran 15 PAC Pergunu se-Kabupaten Lamongan. “Ini menjadi bukti loyalitas Pergunu terhadap NU,” pungkasnya.
Acara ini menjadi momentum reflektif bahwa pendidikan dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan. Bagi NU, keduanya merupakan ruh peradaban yang harus terus dipelihara dan diperjuangkan.
Pewarta: Yunus Pergunu
Tanggal: 20 September 2025 05:08 | Views: 558
Oleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 16 Feb 2026
MTs. MAMBA’UL MA’ARIF BANJARWATI PACIRAN LAMONGAN Ajang Spe...
Baca SelengkapnyaOleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 01 Jan 2026
Pelantikan Pengurus PC. PERGUNU Lamongan Masa Khidmah 2025-2030 C...
Baca SelengkapnyaOleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 30 Dec 2025
Masuk sekolah setelah libur panjang ibarat menyalakan mesin kendaraan yang lama ...
Baca SelengkapnyaOleh: Muhammad Asrori | 30 Nov 2025
Kisah agung pertemuan Nabiyullah Musa a.s. dengan seorang hamba saleh yang dianu...
Baca Selengkapnya