Lamongan – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kecamatan Sarirejo resmi mengukuhkan jajaran pengurus harian dan departemen masa khidmat 2025-2030 pada Sabtu, 11 Oktober 2025. Acara berlangsung khidmat di Aula MWCNU Sarirejo, sekaligus dirangkai dengan rapat kerja serta seminar pendidikan bertema “NU-Vative Learning: Peningkatan Kapasitas Guru Aswaja Sarirejo Dalam Rangka Membangun Bangsa Yang Kokoh”
Prosesi pengukuhan berlangsung penuh semangat dan dihadiri oleh para guru Nahdlatul Ulama, kepala madrasah, serta pengurus MWCNU Sarirejo. Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi Pergunu Sarirejo untuk meneguhkan komitmen dalam memperkuat kapasitas guru dan mengembangkan pendidikan berbasis nilai-nilai ke-NU-an di era modern.
Dalam sambutannya, Ketua PAC Pergunu Sarirejo H. Kuswanto menyampaikan komitmen kuatnya untuk membawa Pergunu Sarirejo menjadi organisasi yang aktif, produktif, dan bermanfaat bagi para guru.
“Kami ingin Pergunu Sarirejo mampu melakukan akselerasi, bukan hanya untuk eksistensi, tetapi agar kehadiran Pergunu benar-benar memberikan manfaat nyata bagi para guru di Sarirejo,” ujarnya dengan penuh semangat.
Acara dilanjutkan dengan seminar pendidikan yang diisi oleh Ketua PC Pergunu Lamongan Dr. Muhammad Asrori, yang juga dikenal sebagai akademisi dan pegiat pendidikan Islam moderat. Dalam pemaparannya, Dr. Asrori menegaskan pentingnya melestarikan nilai-nilai otentik pesantren dan Nahdlatul Ulama di tengah perkembangan sistem pendidikan modern.
“NU dan pesantren memiliki nilai, metode, dan media pembelajaran yang otentik, yang telah terbukti mampu bertahan lintas zaman. Maka, hadirnya pendekatan deep learning atau kurikulum baru apa pun, kearifan lokal pesantren ala NU tetap harus dilestarikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dr. Asrori memperkenalkan konsep NU-vative Learning, yakni inovasi pembelajaran berbasis nilai-nilai ke-NU-an yang adaptif terhadap perubahan zaman.
“Pergunu harus adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri. NU-vative Learning adalah semangat inovasi yang berpijak pada tradisi,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa profesi guru merupakan warisan kenabian yang harus dijalani dengan kesungguhan hati.
“Profesi guru adalah warisan para nabi. Maka menjadi guru bukan sekadar pekerjaan, tetapi pengabdian yang harus dilakukan sepenuh hati,” pungkasnya.
Kegiatan pengukuhan, rapat kerja, dan seminar ini diakhiri dengan penyusunan rencana program kerja Pergunu Sarirejo untuk tahun 2025–2030. Para peserta tampak antusias memberikan ide-ide konstruktif demi kemajuan organisasi dan penguatan peran guru Nahdlatul Ulama di tengah tantangan pendidikan global.
Tanggal: 12 October 2025 04:18 | Views: 920
Oleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 16 Feb 2026
MTs. MAMBA’UL MA’ARIF BANJARWATI PACIRAN LAMONGAN Ajang Spe...
Baca SelengkapnyaOleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 01 Jan 2026
Pelantikan Pengurus PC. PERGUNU Lamongan Masa Khidmah 2025-2030 C...
Baca SelengkapnyaOleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 30 Dec 2025
Masuk sekolah setelah libur panjang ibarat menyalakan mesin kendaraan yang lama ...
Baca SelengkapnyaOleh: Muhammad Asrori | 30 Nov 2025
Kisah agung pertemuan Nabiyullah Musa a.s. dengan seorang hamba saleh yang dianu...
Baca Selengkapnya