PC Pergunu Lamongan
Himbau Tidak Kirim Karangan Bunga, PCNU Lamongan Pilih Pohon Produktif: Tradisi Baru Pelantikan yang Ramah Lingkungan!
Himbau Tidak Kirim Karangan Bunga, PCNU Lamongan Pilih Pohon Produktif: Tradisi Baru Pelantikan yang Ramah Lingkungan!

Lamongan - Pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan periode 2025-2030 di GOR Sport Center Lamongan pada Sabtu, 22 November 2025 kemarin menjadi perhatian publik setelah panitia mengeluarkan himbauan resmi untuk tidak mengirim karangan bunga sebagai bentuk ucapan selamat. Sebagai gantinya, tamu undangan dan para mitra dianjurkan memberikan tanaman dan pohon produktif.

Langkah ini dinilai sebagai terobosan baru dalam tradisi seremonial organisasi keagamaan. Tidak hanya meminimalkan limbah dekoratif, langkah tersebut juga membawa pesan kuat mengenai tanggung jawab ekologis dalam kehidupan beragama.

Dari Seremonial ke Aksi Nyata: Implementasi Eko-Teologi

Ketua Tanfidziyah PCNU Lamongan KH. Syahrul Munir menegaskan bahwa kebijakan ini lahir dari kesadaran bahwa isu kerusakan lingkungan sudah menjadi persoalan global yang harus disikapi secara nyata oleh institusi keagamaan.

“Eko-teologi bukan sekadar jargon. Kami ingin menjadikannya sebagai praktik nyata. Pohon produktif adalah simbol kehidupan, keberlanjutan, dan keberkahan,” ujarnya.

Dalam konteks Nahdlatul Ulama, eko-teologi dipahami sebagai kesadaran bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah. Alam bukan hanya sumber daya, melainkan amanah Tuhan yang harus dijaga dan dilestarikan oleh manusia sebagai khalifah di bumi.

Pohon Produktif, Bukan Sekedar Simbol

Jenis tanaman yang dianjurkan meliputi pohon buah dan tanaman bernilai produktif seperti, mangga, alpukat, durian dan sejenisnya.

Pohon-pohon tersebut akan ditanam di lingkungan pesantren, madrasah, masjid, dan tanah wakaf milik NU, serta diserahkan ke MWC-MWC NU yang hadir. Selain berdampak ekologis, langkah ini diharapkan memberi manfaat ekonomi jangka panjang bagi umat.

Panitia menyebut bahwa program ini juga akan dilanjutkan pasca pelantikan dalam bentuk gerakan penanaman pohon secara berkelanjutan di berbagai wilayah Lamongan.

Respon Positif dari Warga Nahdliyyin

Inisiatif ini mendapat sambutan hangat dari warga NU dan masyarakat luas. Banyak pihak menilai bahwa langkah PCNU Lamongan mampu menjadi contoh bagi organisasi lain dalam menghadirkan konsep keberlanjutan lingkungan di ruang-ruang keagamaan.

“Biasanya karangan bunga hanya bertahan beberapa hari, lalu jadi sampah. Pohon jauh lebih bermanfaat dan bernilai ibadah,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Lamongan.

Gus Hid, sapaan ketua PAC. Pergunu Paciran yang juga seorang pemangku pesantren besar di Paciran menyatakan, “Pohon ini akan kami tanam di pesantren, ini menjadi jariyah yang luar biasa. Karena sejatinya kita ini memanen apa yang orang tua kita tanam, sedangkan kita harus menanam untuk anak cucu kita kelak. Inilah eko-teologis sebenarnya.”

NU Lamongan dan Dakwah Lingkungan

Melalui kebijakan ini, PCNU Lamongan ingin menunjukkan bahwa dakwah tidak selalu melalui mimbar. Aksi konkret seperti menjaga dan merawat lingkungan adalah bentuk dakwah sosial yang sangat relevan dengan tantangan zaman.

Konsep Islam rahmatan lil ‘alamin diterjemahkan dalam bentuk yang lebih kontekstual: menghadirkan kebermanfaatan tidak hanya bagi manusia, tetapi juga bagi alam dan generasi mendatang.

Pelantikan PCNU Lamongan kini tak hanya menjadi momentum penguatan struktur organisasi, tetapi juga menjadi tonggak baru gerakan Islam ramah lingkungan di tingkat daerah.

 

Pewarta: M. Yunus Pergunu

Tanggal: 23 November 2025 14:57 | Views: 124

Berita Resmi

Kolom Opini
MTs. Mamba’ul Ma’arif Banjarwati Paciran Lamongan Gelar ASSUFI 2026, Wadah Prestasi Seni dan Olahraga SD/MI se-Jawa Timur

Oleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 16 Feb 2026

MTs. MAMBA’UL MA’ARIF BANJARWATI PACIRAN LAMONGAN Ajang Spe...

Baca Selengkapnya

Menutup 2025, Menyongsong 2026

Oleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 01 Jan 2026

Pelantikan Pengurus PC. PERGUNU Lamongan Masa Khidmah 2025-2030 C...

Baca Selengkapnya

Libur Telah Usai: Menata Kesiapan Emosi sebagai Fondasi Belajar Bermakna

Oleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 30 Dec 2025

Masuk sekolah setelah libur panjang ibarat menyalakan mesin kendaraan yang lama ...

Baca Selengkapnya

Ketika Musa Bertemu Khidir di PBNU: Siapa Melubangi Perahu dan Siapa Menjaga Syariat?

Oleh: Muhammad Asrori | 30 Nov 2025

Kisah agung pertemuan Nabiyullah Musa a.s. dengan seorang hamba saleh yang dianu...

Baca Selengkapnya