PC Pergunu Lamongan
Pelajaran Penting dari Workshop TKA Guru NU: Jejaring, Adaptasi, dan Upgrade Kompetensi Guru
Pelajaran Penting dari Workshop TKA Guru NU: Jejaring, Adaptasi, dan Upgrade Kompetensi Guru

Lamongan – Workshop Tes Kemampuan Akademik (TKA) Guru NU jenjang MI/SD Wilayah Lamongan Utara telah resmi ditutup pada Ahad, 25 Januari 2026. Workshop ini tidak hanya menjadi ruang penguatan pemahaman materi TKA, tetapi juga menghadirkan pelajaran penting tentang urgensi jejaring dan komunikasi intens di tengah dinamika kebijakan pendidikan nasional.

Kegiatan yang diikuti guru-guru NU dari wilayah Brondong, Paciran, Laren, Karanggeneng, dan sekitarnya ini membuka kesadaran bersama bahwa informasi seputar TKA masih belum sepenuhnya merata. Salah satu peserta kelas TKA Matematika mengungkapkan bahwa banyak aspek teknis dan kebijakan TKA yang masih membutuhkan kejelasan dan diseminasi yang lebih luas.

“Informasi tentang TKA masih terbatas. Misalnya, aturan boleh atau tidaknya penggunaan gadget dalam ujian, hingga bagaimana integrasi Asesmen Nasional (AN) ke dalam TKA,” tuturnya. Menurutnya, wacana-wacana terbaru dunia pendidikan harus disebarkan melalui jejaring yang kuat agar sekolah mampu melakukan antisipasi dan adaptasi sejak dini.

Isu integrasi AN ke dalam TKA juga menjadi perhatian serius dalam workshop tersebut. Ketua PC Pergunu Lamongan, Dr. Muhammad Asrori, ketika menutup workshop tersebut menegaskan bahwa arah kebijakan pendidikan nasional saat ini sangat dinamis dan menuntut kesiapan semua satuan pendidikan, termasuk lembaga pendidikan di bawah naungan NU.

“Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dalam berbagai pernyataan di media arus utama telah memberi banyak sinyal tentang pentingnya sinkronisasi antar-asesmen. Termasuk sinkronisasi AN dengan TKA di tahun ini. Dari sini, lembaga pendidikan NU harus berjejaring dan berkomunikasi secara intens agar tidak tertinggal dalam membaca arah kebijakan,” tegasnya.

Selain aspek kebijakan dan jejaring, Workshop TKA Guru NU juga menanamkan kesadaran pentingnya upgrade kompetensi guru secara berkelanjutan. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga memperbarui metode dan media pembelajaran agar selaras dengan kebutuhan peserta didik.

Hal ini disampaikan oleh salah satu peserta dari kelas Bahasa Indonesia. Ia menuturkan bahwa workshop memberikan banyak wawasan tentang metode pembelajaran yang efektif sekaligus menyenangkan. “Kami tidak hanya belajar bagaimana mengajarkan soal TKA, tetapi juga bagaimana menghadirkan proses belajar yang membuat siswa nyaman dan terlibat aktif,” ujarnya.

Workshop TKA Guru NU jenjang MI/SD Wilayah Lamongan Utara ini pada akhirnya menjadi ruang refleksi bersama bahwa tantangan pendidikan ke depan tidak bisa dihadapi secara individual. Jejaring yang kuat, komunikasi yang intens, serta komitmen guru untuk terus belajar dan beradaptasi menjadi kunci penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan NU.

 

Tanggal: 26 January 2026 05:13 | Views: 69

Berita Resmi

Kolom Opini
MTs. Mamba’ul Ma’arif Banjarwati Paciran Lamongan Gelar ASSUFI 2026, Wadah Prestasi Seni dan Olahraga SD/MI se-Jawa Timur

Oleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 16 Feb 2026

MTs. MAMBA’UL MA’ARIF BANJARWATI PACIRAN LAMONGAN Ajang Spe...

Baca Selengkapnya

Menutup 2025, Menyongsong 2026

Oleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 01 Jan 2026

Pelantikan Pengurus PC. PERGUNU Lamongan Masa Khidmah 2025-2030 C...

Baca Selengkapnya

Libur Telah Usai: Menata Kesiapan Emosi sebagai Fondasi Belajar Bermakna

Oleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 30 Dec 2025

Masuk sekolah setelah libur panjang ibarat menyalakan mesin kendaraan yang lama ...

Baca Selengkapnya

Ketika Musa Bertemu Khidir di PBNU: Siapa Melubangi Perahu dan Siapa Menjaga Syariat?

Oleh: Muhammad Asrori | 30 Nov 2025

Kisah agung pertemuan Nabiyullah Musa a.s. dengan seorang hamba saleh yang dianu...

Baca Selengkapnya