PC Pergunu Lamongan
Antusiasme Melonjak, Workshop TKA Guru NU Lamongan Selatan Lampaui Target Peserta
Antusiasme Melonjak, Workshop TKA Guru NU Lamongan Selatan Lampaui Target Peserta

Lamongan—Semangat peningkatan mutu pendidikan kembali bergema dari kalangan guru Nahdlatul Ulama. Setelah meraup sukses besar pada gelaran Workshop TKA Guru NU di wilayah Lamongan Utara, kini kegiatan serupa digelar di Wilayah Lamongan Selatan. Workshop Tes Kemampuan Akademik (TKA) Guru NU Jenjang SD/MI Wilayah Lamongan Selatan yang diselenggarakan PC Pergunu Lamongan sukses menyedot antusiasme tinggi. Kegiatan ini diikuti oleh 105 peserta, melonjak tajam dari target awal panitia yang hanya mematok 50 peserta.

Tak hanya berasal dari wilayah Lamongan Selatan, workshop ini bahkan dihadiri utusan guru dari luar wilayah keorganisasian PC Pergunu Lamongan. Hal ini menjadi penanda bahwa kebutuhan penguatan kapasitas guru, khususnya dalam pengajaran materi TKA, kian dirasakan lintas daerah.

Workshop dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Ahad, 31 Januari–1 Februari 2026, bertempat di SDNU Banat Banin Lamongan. Sejak hari pertama, suasana kegiatan terasa hidup dan penuh energi. Para guru tampak antusias mengikuti setiap sesi, berdiskusi, dan mendalami strategi pembelajaran TKA yang efektif dan kontekstual.

Kegiatan ini secara resmi dibuka dengan kehadiran sejumlah tokoh penting NU Lamongan. Turut hadir Wakil Rais Syuriah PCNU Lamongan, KH. Faqih Arifin, yang juga merupakan Nadzir SDNU Banat Banin; Ketua PCNU Lamongan, Dr (HC). KH. Syahrul Munir; Ketua PC Pergunu Lamongan, Dr. Muhammad Asrori; serta Ketua PC LP Ma’arif NU Lamongan, Drs. H. Ali Nurdin.

Dalam sambutannya, para tokoh menegaskan pentingnya TKA sebagai bagian dari ikhtiar menjaga mutu akademik peserta didik. Guru tidak hanya dituntut memahami substansi materi, tetapi juga mampu menghadirkannya secara pedagogis, bermakna, dan membangun daya nalar siswa.

Ketua PC Pergunu Lamongan, Dr. Muhammad Asrori, menyampaikan bahwa workshop ini dirancang sebagai ruang penguatan kapasitas sekaligus peningkatan kompetensi guru NU. “TKA bukan sekadar soal ujian, tetapi tentang bagaimana guru mampu menyiapkan murid secara utuh—akademik, karakter, dan kepercayaan diri,” ujarnya.

Dengan membludaknya peserta, workshop ini menjadi bukti bahwa ikhtiar kolektif dalam meningkatkan kualitas guru terus menemukan resonansinya. Dari ruang-ruang kelas NU di Lamongan Selatan, semangat belajar dan berjejaring kembali dirajut—demi pendidikan yang unggul, berakar, dan bermartabat.


Pewarta; H. Syafi'i Glagah Pergunu

Tanggal: 31 January 2026 16:17 | Views: 39

Berita Resmi

Kolom Opini
MTs. Mamba’ul Ma’arif Banjarwati Paciran Lamongan Gelar ASSUFI 2026, Wadah Prestasi Seni dan Olahraga SD/MI se-Jawa Timur

Oleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 16 Feb 2026

MTs. MAMBA’UL MA’ARIF BANJARWATI PACIRAN LAMONGAN Ajang Spe...

Baca Selengkapnya

Menutup 2025, Menyongsong 2026

Oleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 01 Jan 2026

Pelantikan Pengurus PC. PERGUNU Lamongan Masa Khidmah 2025-2030 C...

Baca Selengkapnya

Libur Telah Usai: Menata Kesiapan Emosi sebagai Fondasi Belajar Bermakna

Oleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 30 Dec 2025

Masuk sekolah setelah libur panjang ibarat menyalakan mesin kendaraan yang lama ...

Baca Selengkapnya

Ketika Musa Bertemu Khidir di PBNU: Siapa Melubangi Perahu dan Siapa Menjaga Syariat?

Oleh: Muhammad Asrori | 30 Nov 2025

Kisah agung pertemuan Nabiyullah Musa a.s. dengan seorang hamba saleh yang dianu...

Baca Selengkapnya