PC Pergunu Lamongan
Gus Syahrul Tegaskan Arah Gerakan Pendidikan Berkelanjutan dalam 7 Harokah PCNU Lamongan
Gus Syahrul Tegaskan Arah Gerakan Pendidikan Berkelanjutan dalam 7 Harokah PCNU Lamongan

Lamongan—Di tengah denyut semangat Workshop Tes Kemampuan Akademik (TKA) Guru NU Jenjang SD/MI Wilayah Lamongan Selatan, Ketua PCNU Lamongan Dr. (HC). KH. Syahrul Munir menegaskan kembali arah besar gerakan Nahdlatul Ulama melalui 7 Harokah PCNU Lamongan. Salah satu agenda strategis yang menjadi penekanan kuat adalah peningkatan kualitas pendidikan, yang bermuara pada penguatan sumber daya manusia, khususnya para guru.

Dalam sambutannya, Gus Syahrul—sapaan akrabnya—menyampaikan bahwa kualitas pendidikan tidak akan pernah melampaui kualitas guru yang mengampunya. Karena itu, peningkatan kapasitas dan kompetensi guru menjadi kerangka utama dalam ikhtiar besar membangun pendidikan NU yang unggul dan berdaya saing.

Ia menekankan, peningkatan kapasitas guru bukan pekerjaan instan atau seremonial. Dibutuhkan gerakan yang berkelanjutan (sustainable), konsisten, dan ditopang oleh energi kolektif seluruh elemen NU. “Pendidikan tidak cukup dengan program sesaat, tetapi harus dirancang sebagai gerakan panjang yang terus hidup,” tegasnya.

Lebih jauh, Gus Syahrul menggarisbawahi pentingnya sinergi antar lembaga dan badan otonom (banom) NU. Menurutnya, keberhasilan agenda pendidikan hanya dapat dicapai jika setiap elemen bergerak dalam irama yang sama, saling menguatkan, dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Dalam konteks itulah, peran Pergunu ditempatkan secara strategis. Ia bahkan secara terbuka mengingatkan beratnya amanah yang diemban Ketua PC Pergunu Lamongan. “Tugas besar Pergunu adalah meningkatkan kapasitas guru, maka sejak awal terpilih Mas Asrori, ketua sampeyan di Pergunu ini saya wanti-wanti bahwa tugasnya berat,” ujar Gus Syahrul.

Ia melanjutkan dengan penekanan yang lugas namun sarat makna: “Meningkatkan kapasitas guru itu pekerjaan berat. Karena butuh energi, butuh konsisten, sustainable dan sinergi. Termasuk sinergi dengan Ma’arif.”

Pembagian peran antarlembaga pun ditegaskan secara visioner. “Nanti Pergunu yang garap peningkatan kapasitas guru, Ma’arif yang menata kelembagaannya,” imbuhnya, menandaskan bahwa kolaborasi yang terstruktur adalah kunci keberhasilan gerakan pendidikan NU.

Sambutan tersebut menjadi ruh yang menghidupi Workshop TKA Guru NU. Ia bukan sekadar pidato pembuka, melainkan peneguhan arah: bahwa peningkatan mutu pendidikan NU di Lamongan harus dibangun di atas fondasi guru yang kuat, gerakan yang berkelanjutan, dan sinergi yang terawat.

Dari forum ini, 7 Harokah PCNU Lamongan tidak hanya terdengar sebagai gagasan, tetapi menjelma menjadi ikhtiar nyata—menyusuri jalan panjang pendidikan dengan kesungguhan, kebersamaan, dan keberlanjutan.

Tanggal: 31 January 2026 16:28 | Views: 49

Berita Resmi

Kolom Opini
MTs. Mamba’ul Ma’arif Banjarwati Paciran Lamongan Gelar ASSUFI 2026, Wadah Prestasi Seni dan Olahraga SD/MI se-Jawa Timur

Oleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 16 Feb 2026

MTs. MAMBA’UL MA’ARIF BANJARWATI PACIRAN LAMONGAN Ajang Spe...

Baca Selengkapnya

Menutup 2025, Menyongsong 2026

Oleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 01 Jan 2026

Pelantikan Pengurus PC. PERGUNU Lamongan Masa Khidmah 2025-2030 C...

Baca Selengkapnya

Libur Telah Usai: Menata Kesiapan Emosi sebagai Fondasi Belajar Bermakna

Oleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 30 Dec 2025

Masuk sekolah setelah libur panjang ibarat menyalakan mesin kendaraan yang lama ...

Baca Selengkapnya

Ketika Musa Bertemu Khidir di PBNU: Siapa Melubangi Perahu dan Siapa Menjaga Syariat?

Oleh: Muhammad Asrori | 30 Nov 2025

Kisah agung pertemuan Nabiyullah Musa a.s. dengan seorang hamba saleh yang dianu...

Baca Selengkapnya