LAMONGAN – Ahad pagi, 1 Februari 2026, suasana MI Bilingual Maslakul Huda (MASDA) Dengok terasa berbeda dari biasanya. Ruang-ruang sekolah yang lazim dipenuhi aktivitas belajar berubah menjadi lanskap festival yang hidup. Di sanalah MASDA English Festival (MEF) 2026 digelar, membawa tema inspiratif “Speak English, Spark The Magic”—sebuah ajakan untuk menyalakan keajaiban melalui bahasa.
Di tengah tantangan global yang menuntut generasi muda piawai berkomunikasi lintas bangsa sekaligus mandiri secara ekonomi, MEF 2026 hadir sebagai jawaban konkret. Kegiatan ini tidak berdiri sebagai seremoni semata, melainkan dirancang sebagai ruang praktik pembelajaran yang menyatukan bahasa, kewirausahaan, dan pembentukan karakter spiritual dalam satu tarikan napas.
Festival ini menjadi bukti bahwa bahasa Inggris tidak harus terkurung di balik buku teks. Di tangan para siswa MASDA, bahasa internasional itu menjelma menjadi alat komunikasi nyata. Hal tersebut tampak jelas dalam program Student Entrepreneurship, di mana siswa berperan sebagai pelaku usaha kecil. Mereka menawarkan produk, berinteraksi dengan pengunjung, sekaligus melatih keberanian berbicara dalam bahasa Inggris di situasi riil.
“Anak-anak kami tidak hanya belajar menghafal kosakata, tetapi belajar menggunakannya dengan percaya diri. Bahasa Inggris kami dekatkan dengan kehidupan sehari-hari, termasuk dunia usaha,” tutur Ketua Panitia, Mr. Thowaf Muslim.
Nuansa internasional semakin terasa dengan kehadiran Mr. Y. Emre Coskun, native speaker asal Turki. Dialog spontan antara siswa dan tamu mancanegara itu berlangsung cair dan penuh antusiasme. Tanpa rasa canggung, para siswa mempraktikkan kemampuan speaking mereka—menandakan bahwa ekosistem bilingual yang dibangun MASDA telah menumbuhkan keberanian sejak dini.
Sejumlah tokoh turut memberikan perhatian dan apresiasi. Ketua PCNU Lamongan, Dr. Syahrul Munir, M.Pd.I, hadir menyaksikan langsung inovasi pendidikan yang tumbuh di bawah naungan Nahdlatul Ulama. Sementara itu, Abdul Adim, S.Pd, Pengawas Madrasah Ibtidaiyah wilayah Paciran, menilai MEF 2026 sebagai potret implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pengembangan potensi siswa secara menyeluruh.
Festival ini juga diramaikan oleh kehadiran Fitria Sasmita, influencer dengan konten edukatif dan positif. Ia berbagi kisah tentang pentingnya kreativitas, personal branding, serta kemampuan beradaptasi di era digital. Kehadirannya memberi inspirasi bahwa dunia masa depan terbuka lebar bagi siapa pun yang berani belajar dan mencoba.
Sebagai ajang kompetisi, MEF 2026 menggelar tiga lomba utama: Singing Competition, Clay Competition, dan Tahfidz Competition. Ketiganya dirancang untuk mengasah kecerdasan akademik, seni, dan spiritual secara seimbang. Perpaduan ini memperlihatkan wajah pendidikan dasar yang tidak kaku, namun kaya warna dan makna.
MASDA English Festival 2026 akhirnya menegaskan satu pesan penting: pendidikan dasar mampu menjadi ladang subur bagi tumbuhnya generasi berwawasan global tanpa tercerabut dari nilai agama dan budaya. Dari Dengok, sebuah madrasah membuktikan bahwa ketika bahasa, kreativitas, dan semangat kewirausahaan dirangkai dengan visi yang jelas, maka masa depan dapat disiapkan sejak dini—dengan penuh harapan dan keyakinan.
Pewarta: Kiki Pergunu
Tanggal: 02 February 2026 02:29 | Views: 336
Oleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 16 Feb 2026
MTs. MAMBA’UL MA’ARIF BANJARWATI PACIRAN LAMONGAN Ajang Spe...
Baca SelengkapnyaOleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 01 Jan 2026
Pelantikan Pengurus PC. PERGUNU Lamongan Masa Khidmah 2025-2030 C...
Baca SelengkapnyaOleh: SUKARDI, S.Pd. M.Pd. | 30 Dec 2025
Masuk sekolah setelah libur panjang ibarat menyalakan mesin kendaraan yang lama ...
Baca SelengkapnyaOleh: Muhammad Asrori | 30 Nov 2025
Kisah agung pertemuan Nabiyullah Musa a.s. dengan seorang hamba saleh yang dianu...
Baca Selengkapnya